Home 10 BERITA 10 Pertumbuhan Ternak di Aceh Besar Sangat Dominan
Jantan-1-800x500

Pertumbuhan Ternak di Aceh Besar Sangat Dominan

         KOTA JANTHO –  Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah SSos menyatakan, perkembangan populasi ternak besar di Aceh Besar setiap tahunnya mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2013, jumlah ternak besar mencapai 96.639 ekor, tahun 2014 sebanyak 14.482 ekor, dan tahun 2015 semester pertama menjadi 125.822. Sedangkan pada tahun 2014ternak yang dipotong untuk konsumsi mencapai 17.828 ekor dan pada tahun 2015 triwulan kedua ternak yang dipotong mencapai 17.839 ekor.
         Hal itu dikatakan Bupati Aceh Besar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setdakab Aceh Besar, DR Samsul Bahri MSi pada pembukaan Rapat Sosialisasi dan Workshop Pembentukan Sentra Peternakan Rakyat di Aula HT Bachtiar Panglima Polem Kota Jantho, Selasa (20/10/2015). Hadir dalam kesempatan itu, pejabat dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Drh Widarto MSi, staf pegajar dari Unsyiah DR Ir Dzarmisa Araby MSc, Kepala SKPK, para camat, peternak, dan tokoh-tokoh masyarakat.
Dikatakannya, berdasarkan  kebutuhan ternak besar untuk konsumsi di Aceh Besar mencapai 18.000 ekor/tahun. Selama ini, Pemkab Kabupaten Aceh Besar sangat memprioritaskan usaha–usaha peningkatan populasi ternak minimal harus ada peningkatan populasi sekitar 18.000 – 25.000 ekor/tahun, baru tercapai swasembada daging. Di samping itu, sektor peternakan juga sangat berkontribusi dalam menyumbang PAD sekitar 225 juta/tahun.
           Pada bagian lain, Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu Kabupaten pemasok daging untuk Kota Banda Aceh, dan sekitarnya. Usaha penggemukan sapi potong adalah usaha prioritas dalam menunjang perekonomian rakyat. Komoditi sapi/ternak besar adalah menjadi komoditi unggulan Aceh Besar.
            Usaha–usaha penggemukan secara alami (tradisional) dan usaha–usaha pembibitan secara alami telah lama dilakukan oleh masyarakat. Namun, dalam rangka percepatan peningkatan populasi ternak dan peningkatan produksi daging, Aceh Besar telah memprogramkan usaha–usaha pengembangan peternakan yang lebih intensif (modernisasi peternakan). Hal ini dilakukan melalui perbaikan sarana dan prasarana, diantaranya pengembangan kebun–kebun rumput dan lahan pengembalaan (HMT), membuat percontohan kandangkandang ternak yang revesentatif (kandang koloni), vaksinasi secara rutin, dan gerakansanitasi kandang. Usaha breding sapi unggulan seperti kawin suntik (inseminasi buatan) dan penyebaran pejantan pemacek unggulan, serta pemurnian Sapi Aceh. Daging sapi yang sangat digemari oleh para konsumen di Aceh Besar adalah daging sapi Aceh atau jenis lain yang dipelihara di Aceh, dan harganya sangat mahal. “Walaupun harganya mahal, mereka tetap memilih daging sapi Aceh,” paparnya.
     Kadis Peternakan Aceh Besar, Ahmad Tarmizi SP MM menambahkan, pada tahun 2015 sebanyak 1.257 ekor sapi diantaranya 700 ekor sapi betina yang telah didistribusikan di 30 kelompok pada 8 (delapan) kecamatan sebagai pilot project calon pengembangan kawasan peternakan rakyat. Hal ini telah sejalan dengan program Pemerintah Pusat tahun 2016 tentang penumbuhan usaha peternakan melalui pemberdayaan Sentra Peternakan Rakyat (SPR).
Untuk mendorong keberhasilan kegiatan ini, Disnak Aceh Besar telah melakukanpembinaan di lapangan melalui kegiatan penyuluhan pertanian yang dilakukan oleh petugas teknis peternakan (tenaga medis, dan para medis peternakan) dan tenaga Penyuluhan PertanianLapangan (PPL).
        Pihaknya, menurut Ahmad Tarmizi, sangat bersyukur bahwa dengan kedatangan pejabat dari Dirjen PKH akan menambah pengetahuan kita tentang kebijakan umum cara peningkatan populasi ternak melalui konsep penumbuhan sentra–sentra peternakan rakyat yang digelar di Kabupaten Aceh Besar khususnya.
Kadis Peternakan Aceh Besar menyatakan, maksud diadakan sosialisasi dan worshop pembentukan SPR yaitu untuk memperkenalkan arah kebijakan aksi pembangunan sektor peternakan tahun 2016 dan menyamakan persepsi dalam penganggaran dan penentuan kegiatan utama pembangunan PPKH tahun 2016 mendatang. “Kegiatan ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari Kepala SKPK, Ketua KTNA, koordinator PPL, camat, petugas peternakan kecamatan, dan pengurus kelompok tani kawasan,” jelasnya.
x

Check Also

IMG_20180612_233746.jpg

Bupati Aceh Besar Pantau Pos Pengamanan Mudik Lebaran

KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali bersama Kapolres AKBP Heru Suprihasto, Dandim ...

IMG_20180602_093622.jpg

Pemkab Aceh Besar Peringati Hari Lahir Pancasila

KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73 tahun ...

foto-wtp

Aceh Besar Raih WTP ke-6

KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ...

IMG_20180522_070306.jpg

Bupati Mawardi Buka LBT PII Aceh Besar

JANTHO – Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali membuka Leadership Basic Training (LBT) Pelajar Islam ...

IMG_20180502_163945.jpg

Bangun Kota Jantho dengan Tiga Keunggulan

KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali menegaskan, saat ini Pemkab Aceh Besar ...